[REVIEW] Ponorogo Pop-Punk’s Duo, WEAK AND WEARY Merilis Double Music Videos!
Weak
and Weary merupakan sebuah proyek musik terbaru dari Wendy Anggriawan. Satu nama yang tak
asing lagi di telinga apabila kita berkaca pada sepak terjang berkeseniannya selama
ini. Pula satu figur yang dapat dibilang sangat berpengaruh dalam perkembangan
kancah musik independen di kota Ponorogo dalam rentang satu dekade terakhir. Ia
tak lain adalah remaja paruh baya yang lebih dikenal sebagai pencetus sekaligus
gitaris band Pop-Punk lokal legendaris,
FUN FUN FOR ME (FFFM).
Semenjak Franc Hidayat (Vokal/Synth
FFFM) memutuskan untuk bermigrasi ke kota Malang dengan alasan tuntutan
pekerjaan, membuat mau tidak mau kiprah FFFM di 2 tahun belakangan ini seolah kendor
dan seakan hanya berjalan di tempat. Namun, situasi tersebut tak lantas menghentikan
sosok Wendy pribadi untuk terus menelurkan karya. Terbukti, bersama Dotchy Abel Kurniawan (Zhei Band/Zheicoustic), di bawah
bendera dan entitas baru yang bernama Weak
and Weary, tanpa banyak basa-basi, mereka berdua baru saja merilis dua buah
video musik sekaligus sebagai bentuk visualisasi dari dua buah single teranyar
mereka, antara lain: “Lupakan” dan satu single lagi yang ber-featuring-an dengan Zico Septia (KMF/Lusa!) yaitu sebuah lagu daur ulang milik Virgoun
yang berjudul “Bukti”.
Kedua buah video musik tersebut diluncurkan
dalam waktu yang hampir bersamaan melalui kanal resmi akun Youtube mereka, “Weak and Weary Official”. Single “Lupakan” dipublikasikan pada
tanggal 5 Desember 2017, sedangkan cover song “Bukti” dilepas seminggu
setelahnya, yakni pada 12 Desember 2017.
Dengan dibantu oleh Gigih Kurnia
sebagai kameramen, serta Iqbal Yuda, Faza,
dan Adhistya yang diberi
otoritas mengoptimalkan departemen penerangan dan arrangement, kedua buah video musik ini dikerjakan secara minimalis
pada latar/setting tempat yang sama,
yaitu di Strato Music Studio, Ponorogo,
lantas disunting dan dituntaskan sendiri oleh Wendy, yang selama proses penggarapan
editing-nya, banyak dibantu oleh
sokongan PC dengan spek adiluhung milik Vini
Oktavianto.
![]() |
| W.A.W and crew |
Single “Lupakan” ini liriknya ditulis sendiri oleh Wendy dan dibawakan
dalam sebuah format akustik. Cukup dengan hanya menggunakan dua gitar bolong
dan tanpa instrumen musik lain, lagu ini mereka kemas cukup apik meski dengan
konsep dan tata suara yang sederhana, sehingga lagu ini sangat ramah didengar sekaligus
ramah radio menurut saya. Karakter musik dan lirik pop-punks yang khas akan unsur catchy,
girly, fun, dan tanpa tedeng aling-aling, sangat kentara di sepanjang usia
lagu. Porsi sahut-menyahut vokal antara dua biduan tampan Wendy dan Dotchy pun mereka
peragakan dengan sangat pas layaknya satu sendok gula pada secangkir kopi pahit.
Pertama kali mendengarkan lagu ini, seketika saya teringat dengan lagu, “I Miss
You” atau “Always” milik Blink 182, tentunya versi formasi lawas mereka, karena
sepertinya Wendy & Dotchy tidak begitu suka dengan pesona Matt Skiba.
Single “Lupakan” ini dijadikan ‘arena bermain’ sepuasnya bagi Wendy untuk
mencurahkan isi hati sekaligus menertawakan diri sendiri. Mari simak penggalan
lirik lagu “Lupakan” tersebut: "Akhir
dari sebuah mimpi yang telah terpatri, karena diri tak mampu memenuhi ekspektasi..."
Single dengan titel “Bukti” karya Virgoun yang pada kanal Youtube telah diakses puluhan juta warga net, juga tak luput dari perhatian duo Weak and Weary tersebut. Karena sejauh ini sepertinya mereka meyakini bahwa strategi promosi dan publikasi paling ideal bagi band atau artis pendatang baru, salah satunya adalah dengan meng-cover karya musisi lain yang hari ini tengah menjadi hits-single atau menjadi topik utama di berbagai media.
Keyakinan mereka tersebut toh bukan sekedar omong kosong belaka,
faktanya banyak artis pendatang baru dari negara antah berantah pun tiba-tiba
bisa terdongkrak karirnya hari ini cuma gara-gara kemarin malam mereka membawakan
ulang sebuah lagu populer milik band atau musisi tertentu. Apalagi ditambah maraknya
situs Youtube yang saat ini apabila kita bandingkan dengan situs-situs atau media-media
berbagi musik terdahulu semisal reverbnation
atau soundcloud, sepertinya sudah kalah
telak nun jauh jika ditinjau dari tingkat efektifitasnya. Dengan alasan itu, maka
tak ada salahnya juga Weak and Weary
di sini mencoba peruntungan tersebut yaitu dengan melaksanakan 3 poin ini di
awal karir musik mereka: (1) Meng-cover
lagu populer, (2) Membuat video musik, (3) Mengunggah dan membagikannya melalui
media Youtube.
Besar harapan dari saya, semoga Weak and Weary melalui satu single
cover-nya tersebut, ke depan mereka sanggup mengikuti jejak seperti: Kurt Hugo,
Megan Nichole, Rendy Pandugo, GAC, Raisa, atau yang paling terakhir ini yaitu Hanindya.
Meskipun dari hati kecil yang paling dalam saya masih yakin karir mereka bisa menjulang
tinggi dengan menonjolkan karya mereka sendiri.
Dan
yang perlu diingat, proses berkesenian itu tidak bisa dilakukan secara instan!
Kudos WEAK AND WEARY!
Video Weak and Weary - Lupakan:
Video Weak and Weary - (Cover) Bukti feat Zico Septia
Silakan bagi teman-teman yang ingin
berkomunikasi atau siapa tahu ada yang tertarik mengundang WEAK AND WEARY untuk bermain di acara kalian:
WhatsApp:
+62 857 3544 2677 (Wendy)
Instagram:
@weakandwearyofficial
Youtube:
Weak and Weary
[Benbenan/Neoan]
Benbenan.com terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui tulisan, foto, video, dsb. Langsung kirim ke benbenandotcon@gmail.com


Post a Comment