BORNEO PRIDE "Kalimantan Bukan Sekadar Hutan"
Kabar baik datang dari tanah Kalimantan. Di bulan Agustus
ini, Samarinda akan menggelar sebuah acara besar bertajuk Borneo Pride.
Diadakan selama dua hari pada 23-24 Agustus 2018 di Jenggala Community Hub
dengan konsep semi camping, Borneo Pride akan menyuguhkan pengalaman yang tak
hanya menghibur, tapi juga memberikan banyak ilmu serta hal-hal yang menyenangkan.
Menggunakan tagline ‘Kalimantan Bukan Sekadar Hutan’, Borneo Pride berusaha
untuk mematahkan pandangan orang-orang mengenai Kalimantan yang dikenal dengan
hutan yang luas. Borneo Pride berusaha untuk mengenalkan kepada orang-orang
bahwa di Kalimantan tak hanya punya hutan, tetapi juga anak-anak muda yang
aktif berkarya.
Ide awal diadakannya Borneo Pride sendiri berdasarkan dari
bentuk keresahan kreator-kreator yang ada di Kalimantan, khususnya di
Kalimantan Timur dalam menyampaikan karyanya, terutama empat subkultur yang
saat ini cukup pesat berkembang di Kalimantan yakni musik, visual art,
videografi dan fotografi. Menyikapi hal ini, membuat Galih, Aldi, Senna, Made
dan Fadzrin berinisiasi untuk menggelar Borneo Pride. “Dengan adanya Borneo
Pride ini juga, diharapkan komunikasi antar kreator di Kalimantan juga dapat
terjalin lebih baik. “Ketika berbicara tentang Kalimantan, kamu tau source nya
di mana, di Borneo Pride,” ujar Galih, salah satu inisiator Borneo Pride.
“Simpel sih, kita mau bangun relasi aja, minimal di Kalimantan dulu. Jadi kita
bangun power di rumah sendiri dulu supaya kita bisa nyamper ke rumah orang,”
lanjutnya.
Tak hanya sekadar ingin menghelat acara akbar semata, para
inisiator Borneo Pride juga ingin membuat acara ini mempunyai program lanjutan
serta menjadi database bagi kreator-kreator muda di Kalimantan. Maka dengan
ini, Borneo Pride pun membuat website resmi yang bisa diakses di www.borneopride.com. Dengan adanya
website ini, selain menjadi wadah informasi mengenai kreator Kalimantan dan
kegiatan apa saja yang terjadi di berbagai kota di Kalimantan, juga menjadi
wadah untuk memasukkan karya submisi dari program-program yang akan digelar
oleh Borneo Pride. “Di website ini juga gak cuma berisi karya- karya aja, tapi
juga ada berbagai artikel feature tentang kota-kota yang ada di Kalimantan.
“Jadi, ini bisa jadi access point untuk melihat industri kreatif di berbagai
kota. Juga nanti akan ada beberapa review serta berbagai artikel yang bakal
sharing mengenai berbagai macam karya.” ucap Aldi.
Pada gelaran Borneo Pride mendatang, akan ada berbagai macam
proyek kolaborasi dari empat subkultur yang akan ditampilkan selama Borneo
Pride berlangsung oleh 300 kreator dari berbagai kota di Kalimantan yang akan bertemu
dan berkolaborasi. “Jadi, kami mengundang kreator-kreator dari Kalimantan
Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan
Utara untuk kolaborasi. Nantinya akan dibagi ke beberapa spot di Borneo Pride,”
ujar Senna. “Dan juga, nanti karya-karya yang telah disubmisi di website akan
kami kurasi dan pada saat Borneo Pride berlangsung, akan kami pajang dan kami
umumkan karya terbaik dari hasil submisi tersebut,” tambah Fadzrin.
Dan untuk memperkenalkan Borneo Pride lebih awal, akan ada
Road to Borneo Pride yang akan menyambangin berbagai kota di Kalimantan seperti
Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Bontang dan Sangatta. Dalam roadshow ini,
selain memperkenalkan Borneo Pride, juga ada sesi sharing, jamming, photowalk
dan live performance dari tiap artis di tiap kota.
Untuk memeriahkan Borneo Pride, akan ada penampilan khusus
dari Rubah di Selatan (Yogyakarta), Wake Up Iris (Malang), Semiotika (Jambi),
Kapital (Tenggarong), Davy Jones, dan Murphy Radio yang akan memeriahkan Borneo
Pride selama dua hari.
“Dan jangan lupa ikuti media sosial Borneo Pride di
@borneopride_ serta
@jenggala.id, @samdays dan @hidupkankarya di Instagram untuk
update info
tentang rangkaian acara Borneo Pride,” tutup Made.
Contact:
borneopride@gmail.com
[Benbenan/Amir]

Post a Comment