Berkarya Di Era Digital
Hail
paket promo kuota internet, panjang umur warung wifi gratisan, aku punya
koneksi maka aku ada.
Sepertinya kita para seniman tanah air
patut berbangga karena kita lahir di era digital seperti sekarang ini, karena dengan
pesatnya perkembangan teknologi sehingga mampu menyajikan kemudahan, kecepatan
serta minim bea untuk mempromosikan hasil karya kita agar lebih dikenal orang
lain. Dan semua itu hanya cukup bermodalkan laptop atau bahkan hanya butuh satu
smartphone yang hanya seukuran tak lebih dari telapak tangan kita.
Coba kita tarik mundur 10 sampai 20 tahun
sebelumnya, waktu dimana fasilitas gadget belum secanggih sekarang. Yang mana
untuk mempromosikan karya saja kita harus bersusah-susah masuk ke major label,
lobi stasiun televisi, radio sampai surat kabar dan media cetak tanah air
lainnya. Proses-proses tersebut tentu selain menguras tenaga, juga sangat
membutuhkan budget yang nggak sedikit dong? Otomatis..... tapi coba kalian
lihat dan rasakan dengan masa sekarang ini, hanya berbekal kuota internet di
konter murah seberang jalan yang harganya tak lebih dari satu pack rokok, atau
bahkan internet gratis unlimited yang mengandalkan aplikasi psiphone pro mod
(haha, ini favorit saya lur) cukup hanya dengan itu kalian bisa mempromosikan
setiap karya nyaris tanpa bea, menembus batasan batasan yang tak mampu
dijangkau generasi sebelumnya, aseekkk....
Kita ambil contoh beberapa nama band dari luar negeri yang sukses menembus pasar internasional dengan berbekalkan internet yaitu ada Arctic Monkey, Panic! At The Disco, Lily Allen. Dan di waktu yang sama fenomena tersebut juga tengah terjadi di Indonesia, rasanya jika tanpa teknologi internet akan sangat mustahil band-band indie kita untuk menembus pentas internasional.
Berkarya di era serba digital seperti sekarang ini
tentu selain kita diberi kemudahan untuk mempromosikan karya-karya kita lewat internet, hal tersebut juga cukup sedikit memakan biaya. Namun untuk mengerjakannya dengan efektif, sangat penting kita untuk mempelajari beberapa alurnya, apa saja itu? Mari kita bahas disini!
Beberapa isi tulisan ini saya kutip dari buku
“Rolling Stone Music Biz” karya Wendi Putranto yang rilis sekitar 1 dekade yang
lalu dan kami pilah serta sesuaikan agar tetap relevan dengan situasi industri
musik Indonesia saat ini:
1. Menentukan
pasar. Membuat musik yang bagus dan sebaik mungkin serta sesuai dengan
pasar yang dituju.
2. Latihan
secara teratur. Yang mana ini sudah bukan bagaimana memasarkan band kita tapi
juga bagaimana band kita harus bermain dengan rapi, dan sesuai konsep.
3. Menabung
uang untuk merekam karya dan membuat demo, saya rasa cara patungan seperti ini
harus kalian lakukan khususnya band baru karena kalian (saya juga) bukan
siapa-siapa, kecuali anda seorang Taylor Swift atau anaknya Haji Rhoma Irama
ya!
4. Mulailah
mencari panggung-panggung musik dengan memanfaatkan media sosial anda. Ya,
lagi-lagi dengan memanfaatkan internet kita bisa mencari panggung mulai dari
gigs-gigs kecil sampai festival musik besar di sekitar kita melihat akhir-akhir
ini banyak sekali event musik yang menambahkan konten Band Submission untuk
menjaring band-band baru. Biasanya dari pihak panitia meminta beberapa
persyaratan antara lain: profil band, karya lagu original, media sosial
(seperti instagram, facebook, soundcloud, youtube, dsb), dan kita bisa main di
event tersebut setelah kita lolos proses kurasi.
5. Mulailah
mencari manager yang berpengalaman. Nah untuk poin ini saya rasa akan sangat
sulit kita dapatkan terlebih jika kita berdomisili di kota skala kedua seperti
Ponorogo dan kota-kota kecil lainnya. Tapi saya rasa itu bukan faktor terbesar
karena saya yakin di setiap kota pasti ada orang yang paham dan up to date mengenai industri musik
nasional, atau jika misalnya sudah mentok
tok tok tok tak ada sama sekali orang yang bisa kita ajak sharing tentang
itu kita masih bisa kok mencari literatur yang berhubungan dengan hal tersebut,
ada banyak sekali buku dan artikel yang penting mulai sekarang mulailah suka
membaca ya. Tapi kalau dari kita saja sudah malas mencari referensi, informasi
dan kurang berminat untuk membaca, kalau saya boleh usul mending gak usah lah
main-main band, karena pasti berimbas dengan menyalahkan aktifitas ngeband itu
sendiri seperti ngeband ngabisin duit lah, buang-buang waktu lah, rugi tenaga
lah, padahal permasalahannya hanyalah minimnya informasi.
6. Informasikan
setiap kegiatan dengan band kalian melalui akun-akun media sosial. Mulai dari
jadwal manggung, kegiatan di studio dan lain sebagainya.
7. Rekam
dan cetaklah karya kalian dalam CD atau rilisan lainnya, lalu jangan ragu untuk
membagikan ke orang-orang yang menurut kalian tepat serta jangan lupa meminta
tanggapan dari mereka.
8. Perbaiki
imej band, karena seperti halnya sebuah produk perusahaan, packaging merupakan hal terpenting untuk menunjukkan bahwa isi dari
produk tersebut menarik.
9. Koordinasikan
dan diskusikan pilihan gaya dan wardrobe
masing-masing anggota band anda sehingga hal tersebut mampu membangun karakter
serta ciri khas masing-masing personel.
10. Buatlah
press release setiap band kalian
merilis karya baru. Jangan lupa sertakan info-info menarik lainnya tentang band
anda.
11. Kirim
press release tersebut ke media-media
nasional. Akan sangat menarik dan mendongkrak prestige kalian kan jika karya baru kalian diulas oleh media
seperti Supermusic.id, Deathrockstar.club, Warning Magazine, Mave Magazine,
Musikeras.com, dan lain sebagainya. Cara ini saya rasa HARUS dilakukan oleh semua band agar aktifitas serta karya-karya
kalian dibantu lewat unggahan bertita oleh media-media tersebut, tanpa
terkecuali, karena band kalian adalah band baru, dan kalian bukanlah Metallica,
Slayer, Van Halen, sampai Via Valen yang kita tahu bahwa kalian hanya cukup
menerima pesan melalui DM instagram dari seorang striker sepakbola untuk
selanjutnya media seluruh Indonesia berbondong-bondong mengangkat beritanya.
Epic memang, dunia entertainment memang kejam dan tajam, setajam serangan balik
Marco Simic jebreeeeettttt!!!
[Amir/Benbenan]
Benbenan.com terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui tulisan, foto, video, dsb. Langsung kirim ke benbenandotcom@gmail.com
nantinya setiap karya yang lolos editing akan kami terbitkan di laman benbenan.com
Terimakasih, selamat berkarya!

Post a Comment